Senin, 14 November 2011

KOMPETISI HATI

Lagu Kidung Mesra milik KLA Project, menemani saya malam ini. Sangat pas dengan suasana hati saya saat ini. Sunyi malam dibalik ramai kota ini. Saya jadi teringat pada obrolan beberapa waktu lalu dengan seorang teman. Obrolan ringan tentang saya dan dia di masa datang. Dia berkesimpulan bahwa setiap orang pasti akan melakukan 3 kata berikut, Koleksi, Seleksi dan Resepsi. Awalnya memang tidak menarik, mungkin karena saya belum berfikir jauh hingga ke tahapan tersebut.

Dalam hati, masih berfikir mengapa ada 3 macam kata ini. Memang jika dalam keadaan berdiri sendiri tak banyak mengandung arti. Tapi saat dirangkai dalam satu buah kalimat tentu menjadi sebuah tahapan dalam hidup. Yak, pasti! Mungkin semua orang akan melakukan hal yang sama, tidak peduli pria maupun wanita. Sebenarnya saya kurang suka akan hal ini. Saya berkesimpulan inti dari kata-kata ini adalah “KOMPETISI” dalam menentukan pasangan. Kompetisi erat kaitan dengan permainan yang selalu memunculkan pemenang. Dan pemenang dari sebuah kompetisi bukanlah sesuatu yang selalu sempurna bukan?

Koleksi, saya artikan mengumpulkan sesuatu yang kita sukai. Hobi? Tidak masalah selama hal tersebut tidak menimbulkan beragam masalah. Tapi menjadi aneh ketika kita mengumpulkan beraneka macam model calon pasangan. Pada tahap ini memang masih berstatus calon pasangan. Semakin banyak koleksi semakin banyak pilihan. Saya tidak menyebut sebagai sifat gampangan, namun ini menunjukkan sifat kekhawatiran kalian dalam menghadapi semua. Khawatir akan apa? Tidak mendapat pasangan? Mungkin saja namun sederhananya, saat membaca undangan sebuah acara pernikahan pasti akan terpampang ayat Al Quran yang intinya bahwa Tuhan menciptakan pasangan. Jadi buat apa kalian mengoleksi objek hidup?

Seleksi, ini adalah proses yang paling menyakitkan. Saat kalian mengoleksi mereka, banyak harapan yang diberikan pada mereka. Harapan yang diberikan kemudian menimbulkan sikap manis, dimana selalu menimbulkan rasa aman dan nyaman pada semua calon pasangan. Nah ini yang aneh, idealnya semua orang pasti mampu dan mau menerima sifat baik dari si pasangan. Namun bagaimana dengan keburukannya? Ini kemudian menjadi alasan dasar proses seleksi. Ada hal yang lebih menyakitkan ketika proses seleksi terjadi akibat pantas atau tidak pantas seseorang dipamerkan pada orang lain. Layaknya seleksi alam, yang tidak ideal akan terseleksi. Lalu apa yang kemudian menjadi batasan ideal? Memang tiap individu berbeda dalam hal ideal.  Tapi tolong gunakan hati kalian dalam melihat hal ini. 

Resepsi, adalah tujuan dari semua. Sebuah janji suci dalam ikatan yang suci pula. Semua orang pasti ingin melalui semua dengan baik. Tidak banyak yang kemudian mengalami kegagalan setelah resepsi. Mungkin saja hal ini terjadi karena proses seleksi kalian yang kurang baik. Walau bukan menjadi jaminan pula bahwa proses seleksi yang baik memudahkan langkah berikutnya. Intinya adalah, saling menerima baik buruk dan keterbukaan bisa menjadi salah satu kunci. Karena saya belum bisa membayang hal-hal yang terjadi setelah tahapan tersebut.

Sebenarnya semua orang berhak dan bebas dalam menentukan jalur mana yang akan dipilih. Karena semua orang memang menjadi pemimpin bagi dirinya. Lalu ketika saya ditanya dari 3 tahapan tersebut, saya berada dimana? Saya menjawab, tidak melaksanakan 3 tahap tersebut. Keyakinan saya adalah bahwa pilihan Tuhan adalah yang terbaik bagi manusia, saat manusia selalu menginginkan yang terbaik, bukankah Tuhan selalu mengerti apa yang dibutuhkan manusia.

Didedikasikan kepada rekan diskusi saya malam itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar