Selasa, 01 April 2014

Yups...gue baru aja merasakan hari yang berantakan!!! Ada 3 hal yang menjadi biang dari segala keladi.... Agenda demo buruh nasional, protes karyawan dan varin yang meracau....
1. persiapan khusus hari ini adalah antisipasi adanya sabotase untuk ajakan mogok nasional oleh buruh dari pabrik lain. Biasanya, mirip sama yang terjadi di may day dimana setiap serikat pekerja akan melakukan sweeping untuk mencari massa. Oke...tapi buat gue yang namanya menyampaikan aspirasi gak selalu demo dan mengganggu kepentingan orang lain. Gak pengen disebut membela pengusaha tapi gue juga ngerti kepentingan teman2 pekerja. So, ada kok jalan keluar kalo kita mau duduk bareng dimeja buat saling memahami kebutuhan masing-masing pihak. Ya..karena kita saling membutuhkan, pengusaha butuh kalian untuk bisa berproduksi dan kalian butuh pengusaha untuk mendapatkan lapangan pekerjaan...Jadi sekarang kita ngerti kan harus gimana dalam bersikap...
2. Karyawan harian tempat gue kerja lagi pada protes soal ketelatan gaji (ini ga ada hubungannya ya sama demo mogok nasional), jadi ini murni karena keinginan hati nurani karena ada hak yang belum didapat. Awalnya gue udah menduga kalo bakal seperti ini waktu malam sebelumnya. Pagi, kecurigaan gue menjadi ketika gue liat jam tangan udah jam 7 lewat tapi belum ada aktivitas seperti biasa. Great...jadi ada pada kumpul diwarung emak (warung depan pabrik). Buat menghindari prasangka yang tidak baik gue berinisiatif untuk mempertemukan mereka dengan pihak yang merasa harus mendengar suara mereka.
3. Varin udah gue serahin ke pada ahlinya aja...

PERCOBAAN

Hidup itu bagai percobaan. Percobaan yang dilakukan untuk mencapai suatu kesesuain hidup. Akhir-akhir ini saya memang sedikit akrab dengan percobaan. Bahkan lebih dekat dari kekasih hati saya sendiri. Percobaan yang memang sengaja dilakukan dalam rangka menuju efisiensi.

Lagi-lagi efisiensi, dengan modal sedikit namun dengan hasil yang maksimal. Bahas kasarnya adalah "bagaimana caranya kita tidak bermodal tapi bisa mengambil keuntungan. Sah memang selama masih dalam koridor yang benar.

Berapa waktu lalu ditempat saya bekerja saat ini ada salah satu parameter efisiensi, RECOVERY BAHAN BAKU. Pada tahun sebelumnya ditetapkan untuk membuat 1 standard case dibutuhkan maksimal 5,2 kg bahan baku. Kemudian diakhir priode tahun lalu tercapai adalah 4,9 kg untuk setiap standard case.

Dengan tercapai target tersebut bukan berarti bisa melenggang bebas tanpa beban. Karena untuk priode kali ini target berubah menjadi 4,8 kg untuk setiap standar case. Lebih bersemangat lagi karena atasan saya beberapa minggu lalu baru saja tiba dari Belanda. Kunjungan ke Belanda kali ini memang dikhususkan untuk mencari cara bagaimana Recovery Bahan Baku bisa mencapai 70%.

Satu per satu item kemudian diidealkan dengan kondisi yang ada di negeri kincir angin. Cara produksi benar-benar diidealkan dengan keadaan kondisi disana. Namun ada 2 hal yang memang tidak bisa kita samakan dengan yang aslinya. Pertama bahan baku dan yang kedua adalah iklim.