Hidup itu bagai percobaan. Percobaan yang dilakukan untuk mencapai suatu kesesuain hidup. Akhir-akhir ini saya memang sedikit akrab dengan percobaan. Bahkan lebih dekat dari kekasih hati saya sendiri. Percobaan yang memang sengaja dilakukan dalam rangka menuju efisiensi.
Lagi-lagi efisiensi, dengan modal sedikit namun dengan hasil yang maksimal. Bahas kasarnya adalah "bagaimana caranya kita tidak bermodal tapi bisa mengambil keuntungan. Sah memang selama masih dalam koridor yang benar.
Berapa waktu lalu ditempat saya bekerja saat ini ada salah satu parameter efisiensi, RECOVERY BAHAN BAKU. Pada tahun sebelumnya ditetapkan untuk membuat 1 standard case dibutuhkan maksimal 5,2 kg bahan baku. Kemudian diakhir priode tahun lalu tercapai adalah 4,9 kg untuk setiap standard case.
Dengan tercapai target tersebut bukan berarti bisa melenggang bebas tanpa beban. Karena untuk priode kali ini target berubah menjadi 4,8 kg untuk setiap standar case. Lebih bersemangat lagi karena atasan saya beberapa minggu lalu baru saja tiba dari Belanda. Kunjungan ke Belanda kali ini memang dikhususkan untuk mencari cara bagaimana Recovery Bahan Baku bisa mencapai 70%.
Satu per satu item kemudian diidealkan dengan kondisi yang ada di negeri kincir angin. Cara produksi benar-benar diidealkan dengan keadaan kondisi disana. Namun ada 2 hal yang memang tidak bisa kita samakan dengan yang aslinya. Pertama bahan baku dan yang kedua adalah iklim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar