Sabtu, 29 Oktober 2011

RIBUT-RIBUT ANTAR TETANGGA (udah biasa)

Hari ini hastag #InIndonesia vs #InMalaysia heboh banget di twitter. Kocak, lucu dan heboh. Gue pikir emang negara serumpun bakal ada banyak gesekan. Mirip sama hidup bertetangga, sesama tetangga saling iri, cemburu dan belomba menunjukkan siapa yang terbaik. gue jadi inget film yang dimainin sama al. Benyamin S yang judulnya MUSUH BEBUYUTAN. Film tentang dua rumah tangga yang saling ribut mulai dari anak, ibu sampai bapaknya yang ikut-ikutan ribut. Mirip deh sama kejadian hari ini di dunia kicau burung. Gak yang tua, gak yang muda, gak yang di Indonesia dan Malaysia sama heboh. Heboh menunjukkan siapa yang bakal jadi TT hari ini. Gue pikir kurang kerjaan banget yah, sama kaya gue yang kurang kerjaan sampe-sampe ikutan baca hastag nya.

Memang sejarah persaingan tidak pernah terlepas dari perjalanan antara Indonesia dan Malaysia. Kalo pada masih inget dimasa pemerinatahan Bung Karno ada semboyan GANYANG MALAYSIA. Gila gak tuh, waktu zaman itu rupanya bung Karno mungkin sudah sadar bahwa jika negara persemakmuran Inggris ini bener-bener terbentuk bakal jadi ancaman yang nyata untuk Indonesia. Kenyataan itu tampaknya memang bukan alasan bohong. Ketika kita kehilangan Sipadan dan Ligitan, kemudian sengketa perbatasan yang masih berlarut-larut. Pencaplokan wilayah dengan menggeser patok batas negara juga bukan menjadi isu. Terlepas dari masalah perbatasn, Indonesia juga sering terjadi konfrontasi di bidang budaya, saling klaim tentang tarian daerah atau budaya lokal.

Gue juga semakin sadar tentang negara ini. Dengan keanekaragaman yang ada didalamnya gue pikir bahwa bangsa ini memang tidak akan pernah bersatu. Biarkan saja dalam keanekaragaman niscaya bangsa ini akan bersatu dengan sendirinya. Liat aja di TT, gue gak yakin mereka yang sedang mengagungkan Indonesia di tweet-nya selalu mencintai negerinya, yah paling tidak saat tertentu pasti akan menghujat tentang keadaan negara ini. Entah lalu lintas, keadaan ekonomi, politik, pendidikan ataupun pejabat elit di negeri ini. Tapi ini yang gue seneng, ketika kita di hadapkan dengan sebuah masalah (musuh) tanpa ada komando pun semua pasti akan berteriak tentang INDONESIA. Apalagi musuhnya negeri tetangga. Bakal gak akan ada habisnya menghujat negeri sebelah.Tapi bukan dengan meghujat kita lantas bangga. Ada hal lain yang musti kita wujudkan. Yah, paling tidak kita memiliki potensi dalam diri pemudanya untuk tetap bangga dengan negeri ini.

Sayangnya potensi ini sepertinya kurang direspon secara baik oleh pengurus negeri ini. Ada baiknya energi ini kemudian menjadi modal dalam pembangunan. Persaingan antar dua negara ini bisa menjadi pemicu kemajuan diberbagai bidang. Rasa tidak ingin kalah ataupun dikalahkan oleh negeri sebelah menjadi motivasi dalam tindakan nyata. Bisa saja dalam event SEA GAMES mendatang. Indonesia yang menjadi tuan rumah. Buktikan bahwa Indonesia memang yang terbaik di ASIA TENGGARA. Dalam beberapa penyelenggaraan terakhir Indonesia memang semakin tertinggal oleh Thailand bahkan tertinggal oleh Malaysia dan Vietnam. Sedih memang, melihat kenyataan ini. Saat seperti ini masih saja pejabat dinegeri ini  melakukan politik pencitraan. Pencitraan yang gagal. Bahkan Kementrian yang terlibat langsung dengan pelaksanaan SEA GAMES malah terlibat korupsi. Bahkan pimpinan Kementrian-nya pun lolos dari agenda reshufle kabinet. Karena itu tidak salah jika kami merindukan pemimpin yang tegas dan berani dalam bersikap sebagai NEGARAWAN.



Selasa, 25 Oktober 2011

Kami Tak Pernah Usang


Ada kain lusuh dihadapan ku. Entah ulah siapa tergeletak tak bernyawa. Tak bernyawa namun tidak mati. Untuk mati pun, kami butuh perjuangan. Perjuangan tanpa akhir. Akhir dari kisah ini tak pernah menentu. Memang segala ketentuan adalah milik Tuhan. Tapi, apakah Tuhan tidak pernah berkompromi dengan keputusannya? Tuhan maha sempurna, tidak alpa dalam berkeputusan. Hanya saja memang kami yang tak mengerti tentang jalan hidup ini. Bahkan seseorang yang hidupp dijalan pun sering menemukan tanda tanya besar dari kebijakanNya.

Kain lusuh itu memang tak lagi indah. Merah tak lagi menyala. Putih pun tak lagi bersih. Hendak serupa dengan negeri ini. Menangis darah yang jatuh ke bumi menuntut sebongkah adil dari kuasa. Tak lagi putih menenangkan jiwa-jiwa pahlawan. Kami mengerti, kalian akan menangis melihat bangsa ini. Cita-cita kalian tidak berlanjut. Mati terkubur bersama jasad kalian. Jiwa penerusmu tak lagi putih, lusuh mengikuti warna kain itu. 

Kain itu seperti sedang merindu. Merindu aliran darah merah yang terus memacu bersama perjuangan bangsa ini. Merindu jiwa-jiwa suci yang menyemangati perjuangan bangsa ini. Kain itu tidak pernah lelah, walau hanya merindu. Ketika kesemua menjadi usang, semangat itu tidak ikut usang. Berdiri tegak menentang angin. Tidak lelah menemani perjalanan yang penuh kedegilan yang absurd.

Selasa, 18 Oktober 2011

SEMANGAT PAGI

Ini dia neh...yang bikin bakal semangat buat bangun pagi dan langsung stay tune manteng di depan tivi. Ada 2 acara sport yang pasti muncul setiap pagi. Seperti matahari pagi yang selalu indah, maka pagi indah kita juga bakal di isi sapaan cantik dari presenter acara ini. Franda di Lensa Olahraga Pagi dan Auxillia Paramitha di Sport7 Pagi. Gue pikir acara ini bisa jadi tamparan hangat buat kalian cowok-cowok yang susah bangun pagi.

 Franda (wiki)

Oke kita bahas satu-satu yuk... Franda lahir dengan nama Efranda Stefanus lahir pada tanggal 8 Februari 1987. Franda merupakan salah satu finalis MTV VJhunt di tahun 2007. Kemudian pernah bermain difilm Susahnya Jadi Perawan dan menjadi model video klip Seventeen (2008). 

 Mitha (wiki)

Lanjut ke presenter Auxillia Paramitha, wanita cantik yang satu ini adalah Finalis Gadis Sampul di tahun 2002. Terlahir dengan nama lengkap Auxilia Laksmi Ayu Paramitha Hanmi pada tanggal 25 Mei 1985 dikota Lampung. Pernah membintangi beberapa film antara lain: Gue Kapok Jatoh Cinta (2005) dan Lentera Merah (2006), selain itu juga pernah bermain dalam beberapa judul FTV.

Sebenarnya kedua acara sport tidak selalu dibawakan 2 presenter diatas, tapi menurut gue memang 2 orang ini yang paling sering muncul. Jadi buat cowok atau siapapun kalian yang bosan dengan berita yang selalu berisi politik yang tidak jelas, gue saranin kalian nonton ini aja.

sumber: wikipedia

Rabu, 12 Oktober 2011

GARUDA MASIH DI DADAKU (3)

Timnas Indonesia kembali menelan kekalahan saat menjamu Qatar di SUGBK. Kekalahan ini, menurut gue menjadi sebuah pertanda akhir harapan untuk melaju ke babak berikutnya dalam ajang PPD Brazil 2014. Dengan sisa 3 pertandingan rasanya berat untuk mengatakan bahwa Indonnesia masih memiliki peluang. 2 pertandingan tandang melawan Bahrain dan Qatar dan 1 pertandingan kandang melawan Iran. Gue bukan pesimis terhadap timnas kita, hanya saja gue lebih memilih untuk bersikap realistis. Tetap saja sepesimis apapun kita memang tidak akan pernah menghentikan dukungan pada bangsa ini.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian gue dalam pertandingan tadi. Dari sisi permainan gue tidak merasakan perubahan yang mencolok. Memang dua sayap Ridwan dan Ilham mampu memberikan kontribusi yang lebih baik dari pertandingan sebelumnya. Dua gol yang tercipta memang berawal dari permainan agresif sayap timnas kita. Sayangnya memang permainan timnas tidak mampu tampil konstan dalam 2x45 menit. Sehingga terkadang para punggawa Garuda bermain dibawah tekanan Qatar. 3 gol yang tercipta oleh pemain Qatar dapat manjadi indikasi bahwa timnas kita memiliki masalah koordinasi diantara lini. Permasalahan klasik yang mungkin sangat sulit dibanahi oleh pelatih.

Hal yang menjadi catatan gue berikutnya adalah bahwa pertandingan Timnas Indonesia VS Qatar tidak didukung oleh The Jakmania. Walaupun tidak dateng langsung ke SUGBK gue yakin kok bahwa mereka tetap dukung timnas walau hanya lewat layar kaca. Jadi jika ada yang menilai tindakan Jakmania tidak mencerminkan rasa nasionalisme itu adalah SALAH besar. Yang menjadi simpul kesalahan dalam hal ini berada pada penentu kebijakan. Kesalahan pengambilan keputusan dalam menentukan siapa yang berhak mengelola Persija inilah yang kemudian menjadi bukti bahwa kepengurusan PSSI sekarang juga tidak terlepas dari kepentingan tertentu. Kebijakan lain yang mungkin harus dikritisi adalah peserta Liga Indonesia musim depan. Peserta liga yang mencapai 24 kontestan akan sangat merugikan tim-tim yang berlaga nantinya. Dimana ada 46 pertandingan dalam 1 musim, jelas kompetisi akan berlangsung sangat panjang. Belum nanti jika ada penundaan pertandingan akibat PILKADA di berbagai daerah. Hal ini nampaknya juga kurang menjadi perhatian dalam penentuan keputusan oleh PSSI.

Diluar pertandingan gue juga mencatat hal yang memberi angin segar terhadap timnas kita. Sehari sebelum timnas berlaga ada 5 pemain naturalisasi yang diambil sumpah kewarganegaraan Indonesia. 2 pemain yang sangat tidak asing buat gue, Greg Nwakolo dan Victor Igbonefo. Gue pikir bahwa 2 pemain ini cocok dan tepat jika dapat dimasukkan ke dalam skuad tim nasional kita. Victor mampu untuk mengisi lini belakang agar lebih mapan bertahan sementara Greg sepertinya tidak ada yang meragukan kemampuannya dalam mengiris sayap pertahanan lawan. Paling tidak dua pemain ini diharapkan untuk mampu memberi semangat dan keyakinan bahwa timnas kita mampu untuk berbicara dipentas internasional.

Iya ini hanya sebuah harapan untuk kemajuan timnas kita. Satu hal yang menjadi perhatian kita adalah bahwa naturalisasi adalah bukan jalan keluar sebuah prestasi. Tetap dibutuhkan proses pembinaan pemain muda yang bersifat kontinyu. Pembinaan yang berjenjang dan kebersamaan yang terpupuk sejak awal paling tidak akan menciptakan suasana kebersamaan dalam tim. Sehingga akan menciptakan koordinasi dan pengertian yang baik antar pemain, baik diluar maupun di dalam lapangan hijau. 

Maju terus sepakbola Indonesia. 
Saat politik saling cacimaki maka bagi kami football for unity.


FILM THE BANG BANG CLUB (2010)

Dalam daerah konflik, media menjadi jembatan paling penting untuk menyampaikan kejadian di daerah tersebut. Dari tidak perhatian, pemberitaan media bisa menbuat konflik menjadi pusat perhatian. Tapi mengejar berita, foto, maupun video di daerah konflik bukan perkara mudah.

THE BANG BANG CLUB adalah kisah nyata dari empat fotografer muda pemberani yang masuk ke dalam pertempuran ras : Greg Marinovich (Ryan Phillippe), Joao Silva (Neels Van Jaarsveld), Kevin Carter (Taylor Kitsch), dan Ken Oesterbroek (Frank Rautenbach). Karena niat mereka yang kuat untuk bercerita yang sebenarnya kepada dunia melalui kamera, tidak peduli usaha mereka tersebut dapat mempertaruhkan nyawa mereka karena kebrutalan perang rasial dan kekerasan terkait pemilu bebas pertama pasca apartheid di Afrika Selatan era 90-an.

Mereka berjuang untuk hidup dan bekerja keras selama periode ini agar dapat menunjukkan karya terbaik mereka kepada dunia. Berlari, sembunyi, uji nyali di antara desingan peluru dan di tengah pertikaian, membuat jantung berdebar. Tanpa tahu apa yang akan mereka temui dan dapatkan, kamera terus membidik ke segala arah. Aroma perjuangan terasa kental sepanjang film ini konflik yang pecah berlangsung kolosal. Apalagi tindakan-tindakan sadis dan brutal selama konflik juga digambar dengan jelas. Anda akan terbawa pada suasana Afrika Selatan yang memanas suhu politiknya.

[IMDb rating : 6.7/10]

[Awards : - ]

[Production Co : Foundry Films, Harold Greenberg Fund, The, Instinctive Film]

[IMDb link : http://www.imdb.com/title/tt1173687]



[Quality : BRRip]

[File Size : 600 MB]

[Format : Matroska >> mkv]

[Resolution : 1280*544]

[Source : 720p BluRay x264-HD4U]



| Part1 | Part2 | Part3 |

Join with HJ-Split, Download HJ-Split

Credit to original uploaders

Download English Subtitle

Download Indonesian Subtitle

Bagi Pengunjung Baru klik di sini Cara Menggabungkan File Ekstensi .001 dan .002




Share










( klik " Like " Dan " +1 " jika kamu suka Film ini )




Artikel FILM THE BANG BANG CLUB (2010) ini dipersembahkan oleh Downloadfilem.com.

Selasa, 04 Oktober 2011

HIGHTIME REBELLION

Saya tadinya tidak mengenal band ini. Berawal dari akun sahabat saya yang men-share penampilan salah satu di sebuah cafe melalui youtube. Dari lagu awal saya mendengarkan lagu Crest of Mind, saya pun tertarik. Lagu unik dengan beat yang cepat membuat saya menyukai lagu ini. Saya pun mulai mencari informasi tentang band ini. 

Nama nya Hightime Rebellion (HTR) band indie asal Jakarta. Band ini sebenarnya terbentuk di tahun 2007. Berawal dari pertemuan antara Rendy Surindrapati dan Reza Arafat. Kedua orang ini kemudian berencana membentuk sebuah grup band bersama Pulung Wahyu Aji dan Jason Sutrisno. Seiring dengan waktu kemudian bergabung Adji Dimas Ramayanda dan Miyane Sumitro.

Saya menyukai band ini karena lagunya yang berbeda dibanding dengan band lain. Bukan karena mereka bergerak dijalur indie yang membuat mereka lebih bebas berkarya. Namun dengan beat lagu yang enak ditelinga membuat saya selalu memutarnya dalam playlist saya. Paling tidak dua lagu yang saya miliki (Crest of mind dan Writer on The Window)mampu membuat saya bersemangat dalam memulai  hari.

Di tahun 2011 ini rencananya HTR akan meluncurkan album, walau belum ada  tanggal pasti. Sebenarnya HTR sudah menghasilkan beberapa lagu diantaranya Waking Hour, Writer in the Window dan sebuah lagu baru Mountain of Voices yang diambil dari cerita meletusnya Gunung Merapi. Berdasarkan informasi yang beredar HTR akan meluncurkan debut albumnya dibawah naungan FFWD Records, salah satu indie label terkemuka dari kota Bandung. Bagi FFWD Records, ini mungkin menjadi sejarah tersendiri bagi label indie tersebut, karena untuk pertama kalinya mereka merilis album dari band di luar Bandung.


sumber: