Dalam memperingati hari kemerdekaan Saya berniat untuk menonton kembali film-film perjuangan. Salah satu film yang berhasil saya dapatkan berjudul Kereta Api Terakhir. Mochtar Soemodimedjo bertindak sebagai sutradara dalam film ini. G.Dwipayana menjadi produser dalam film yang berdurasi cukup panjang 170 menit. Film ini dibintangi oleh Bangun Sugito (Gito Rollies Sersan Tobing); Pupung Harris (Letnan Firman); Rizawan Gayo (Letnan Sudadi), Yana Fachriana dan Yannie Fachriani (si kembar Retno); Dedy Sutomo (Bronto).
Kisah ini berlatar belakang perjanjian Linggarjati yang dilanggar sendiri oleh Belanda. Kereta api yang disaat itu menjadi moda transportasi sangat penting. Pemerintah RI yang berpusat di Jogja berkeinginan menarik semua aset bergerak menuju Jogja. Hal ini untuk menghindari direbutnya dan digunakan oleh pihak Belanda. Untuk hal ini maka Letnan Sudadi, Letnan Firman bersama Sersan Tobing diperintahkan untuk mengawal kereta-kereta tersebut menuju Jogjakarta dengan selamat.
Letnan Firman bersama dengan Sersan Tobing mendapat tugas untuk mengawal kereta terakhir dari Purwokerto menuju Jogjakarta. Dalam perjalanan kereta ini selalu mendapat serangan bertubi-tubi yang menghalangi dan ingin merebut kereta dari tentara Indonesia. Kecerdikan Letnan Firman yang berhasil menyembunyikan kereta dalam terowongan Ijo.
Film ini mengandung nilai kepahlawanan yang dibumbui dengan asmara segitiga antara Letnan Firman dan si kembar Retno. Beberapa fragmen juga berjalan mundur yang mengisahkan masa lalu beberapa tokohnya. Secara umum film ini mampu untuk menumbuhkan kembali nilai cinta tanah air dan nasionalisme pada bangsa ini. Dimana perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilakukan oleh semua rakyat Indonesia waktu tanpa memandang suku dan status sosial kemasyarakatan.
Tertarik menonton film ini?
Bisa klik link ini:
1. http://www.indowebster.com/kereta_api_terakhir_part_1.html
2. http://www.indowebster.com/kereta_api_terakhir_part_2.html
3. http://www.indowebster.com/kereta_api_terakhir_part_3.html
4. http://www.indowebster.com/kereta_api_terakhir_part_4.html
5. http://www.indowebster.com/kereta_api_terakhir_part_4_fix.html
6. http://www.indowebster.com/part_terakhiravi.html
Kamis, 18 Agustus 2011
INDEPENDENCE DAY
Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan. Buat Indonesia ini jadi bulan wajib buat masang bendera merah putih di depan rumah (kalo menurut pak RT di rumah gue sih gitu). Selain bendera merah putih yang biasa jadi kewajiban Pak RT dan kroni-kroni nya adalah bikin perlombaan buat warganya (warga diluar RT gue dilarang ikut). Tapi berhubung beberapa tahun ini bulan Agustus pas banget samma yang namanya puasa perlombaan udah dimulai bulan Juli kemaren. Terus tinggal malam tirakatan aja yang dilaksanain malem tanggal 17 setelah solat teraweh (yah...malam puncak penghargaan buat para pemenang gitu deh..).
Zaman gue kecil (jadul nih..), tanggal 17 Agustus adalah tanggal penuh keberkahan buat gue. Gimana enggak? di bulan ini gue bisa mencari buku gratis sebanyak-banyaknya. Syaratnya 1 "gue wajib ikut lomba dan harus jadi pemenang". Dan itu memang gue lakuin mulai dari kelas 2 SD sampe SMP. Hasilnya tiap tahun nyokap gue jarang beliin buku tulis buat gue (hahaha,,gue BANGGA), yah..minimal gue dapet 2 pak buku tulis berbagai merk dan dilengkapi pulpen dan pensil beserta penggaris. Dari sering banget gue menang diperlombaan akhirnya pak RT dan kroninya mengajukan usul "kalo yang udah menang gak boleh lagi ikutan lomba" dan hal itu sangat mengurangi hasil perlombaan gue. Gak papalah minimal gue selalu dapet buku 1 pak (dan itu cukup buat gue).
Untuk beberapa tahun belakangan gue gak pernah lagi ikutan lomba 17an (kangen juga jadi pemenang). Itu karena semenjak kuliah diluar kota gue jadi orang yang jarang banget ada dirumah seklipun gue lagi libur. sayangnya di tempat kost gue jarang banget ada lomba-lomba buat ngerayain 17 jadi selama gue merantau hilanglah penghasilan gue sebagai pencari buku gratis saat 17an. Tapi itu bukan berarti menurunkan cinta gue terhadap bangsa ini. Memang gue sadar semakin bertambah usia gue semakin menurun juga antusias gue menyambut hari kemerdekaan. Sepertinya itu juga dialamin temen-temen dikost. Mereka semakin cuek jarang banget yang mau dan dengan seukarela ikut upacara dikampus (termasuk saya..haha). Sampe2 gue berpikir bobrok nya bangsa ini mungkin disebabkan oleh pemuda macam gue dan temen2 gue. Tidak...dan jangan seperti itu,, yang musti kita lakukan adalah terus belajar dalam mengisi kemerdekaan, semakin cepat lulus semakin baik, karena semakin cepat kita ambil bagian dalam pembangunan ini. Dan untuk para pemimpin bangsa ini, sebenarnya saya lelah dengan kalian, tapi ini merupakan sebuah pertanggungjawaban kalian dari sebuah acara yang bertajuk PEMILU legislatif dan eksekutif.
MERDEKA!!!!
Zaman gue kecil (jadul nih..), tanggal 17 Agustus adalah tanggal penuh keberkahan buat gue. Gimana enggak? di bulan ini gue bisa mencari buku gratis sebanyak-banyaknya. Syaratnya 1 "gue wajib ikut lomba dan harus jadi pemenang". Dan itu memang gue lakuin mulai dari kelas 2 SD sampe SMP. Hasilnya tiap tahun nyokap gue jarang beliin buku tulis buat gue (hahaha,,gue BANGGA), yah..minimal gue dapet 2 pak buku tulis berbagai merk dan dilengkapi pulpen dan pensil beserta penggaris. Dari sering banget gue menang diperlombaan akhirnya pak RT dan kroninya mengajukan usul "kalo yang udah menang gak boleh lagi ikutan lomba" dan hal itu sangat mengurangi hasil perlombaan gue. Gak papalah minimal gue selalu dapet buku 1 pak (dan itu cukup buat gue).
Untuk beberapa tahun belakangan gue gak pernah lagi ikutan lomba 17an (kangen juga jadi pemenang). Itu karena semenjak kuliah diluar kota gue jadi orang yang jarang banget ada dirumah seklipun gue lagi libur. sayangnya di tempat kost gue jarang banget ada lomba-lomba buat ngerayain 17 jadi selama gue merantau hilanglah penghasilan gue sebagai pencari buku gratis saat 17an. Tapi itu bukan berarti menurunkan cinta gue terhadap bangsa ini. Memang gue sadar semakin bertambah usia gue semakin menurun juga antusias gue menyambut hari kemerdekaan. Sepertinya itu juga dialamin temen-temen dikost. Mereka semakin cuek jarang banget yang mau dan dengan seukarela ikut upacara dikampus (termasuk saya..haha). Sampe2 gue berpikir bobrok nya bangsa ini mungkin disebabkan oleh pemuda macam gue dan temen2 gue. Tidak...dan jangan seperti itu,, yang musti kita lakukan adalah terus belajar dalam mengisi kemerdekaan, semakin cepat lulus semakin baik, karena semakin cepat kita ambil bagian dalam pembangunan ini. Dan untuk para pemimpin bangsa ini, sebenarnya saya lelah dengan kalian, tapi ini merupakan sebuah pertanggungjawaban kalian dari sebuah acara yang bertajuk PEMILU legislatif dan eksekutif.
MERDEKA!!!!
Minggu, 14 Agustus 2011
MATAHARI ITU MASIH BERSINAR
Kenapa gue kasih judul itu? (hehe) karena akhirnya gue nulis lagi, setelah sekian lama gak nulis, rasanya memang kaku. Sangat merasakan kegalauan saat ingin menggerakkan jemari (menari indah di atas tuts hitam#keyboard maksudnya). Sebenarnya gak total gue berhenti nulis sih, cuma emang gak gue publish aja dan sebagian lain emang tersebar dibeberapa blog yang terdahulu (sekarang gak terurus).
Eniwe...walaupun ini bukan yang pertama gue nulis tapi gue akan sulit untuk lelah menulis. Kaya si MATAHARI diatas, yang bakal sering nongol di pagi buta (pasti nongol sih sampe Tuhan bilang buat berhenti). Cuma bedanya sama gue, kalo mood nya bagus aja baru nongol....
Yang setia bangunin gue tiap pagi.
Alasan diatas kayanya sama sekali gak berkaitan sama pertanyaan "Kenapa gue kasih judul itu? (mengacu pada judul postingan ini; pen). MATAHARI ITU MASIH BERSINAR gue tautkan pada kenyataan dalam kehidupan gue di rumah kost. Setiap pagi dan tanpa lelah apalagi bosan selalu ngasih sinar matahari yang pertama (sekali lagi: YANG PERTAMA) buat gue untuk daerah Bulusan dan sekitarnya. Alesannya adalah karena kost gue emang ada di ujung timur Kelurahan Bulusan (keren khannn). Semangat matahari itu yang selalu bikin gue bersemangat mengarungi hidup gue. Walau kadang gue ngerasa sinar matahari itu adalah musuh gue. Tapi setelah gue pikir-pikir napain juga gue musuhan sama MATAHARI, toh abang gue Edward Cullen aja bisa sobatan sama sinar MATAHARI (ngelantur again).Eniwe...walaupun ini bukan yang pertama gue nulis tapi gue akan sulit untuk lelah menulis. Kaya si MATAHARI diatas, yang bakal sering nongol di pagi buta (pasti nongol sih sampe Tuhan bilang buat berhenti). Cuma bedanya sama gue, kalo mood nya bagus aja baru nongol....
Langganan:
Postingan (Atom)
