Jumat, 25 November 2011

Sedikit Tentang Guru Saya

Selamat Hari Guru untuk seluruh guru di Indonesia. Buat gue pribadi selain orang tua, guru adalah sosok penting buat gue. Guru menjadi orang tua kita selama disekolah. Mengajarkan banyak hal, mendidik serta mengenalkan kami kepada banyak hal-hal baru. Gue masih inget jelas guru-guru yang mengajar dari SD hingga SMA. Dan tulisan ini gue dedikasikan untuk mereka.
  1. Ibu Oni. Ibu Oni adalah guru gue waktu SD kelas 1. Belia adalah orang pertama yang mengajarkan membaca dan menulis disekolah. Ibu Oni yang gue kenal adalah ibu Oni yang pandai bernyanyi. Gue masih inget setiap sebelum pulang beliau selalu mengajak kami bernyanyi bersama. Lagu Anak Manis dan Sayonara adalah lagu wajib kami sebelum pulang kerumah. Saya ingat betul ketika ibu Oni mengajak saya dan beberapa kakak kelas saya untuk bertamasya ke Gelanggang Samudra Ancol. Satu hal buruk yang pernah gue alami di kelas 1 SD adalah ketika terjadi Tragedi Penghapus. Penghapus kayu itu melayang tepat dikepala saya berasal dari Ibu Oni.
  2.  Ibu Aspiyah. Ibu Aspiyah ini adalah walikelas di kelas 2 SD. Ciri khasnya adalah mata genitnya. Maksudnya adalah jumlah kedipan mata ibu ini sepertinya melebihi orang-orang pada umumnya.
  3. Pak Kholid. Pak Kholid biasa dipanggil Pa-Ul atau Pa Ol (dengan menghilangkan huruf K pada kata Pak). Beliau mengajar saya saat dikelas 4 SD. Pak Ol punya hobi unik, yaitu tidur. Bahkan Pak Ol bisa tertidur di meja guru saat mengajar. Hebat kan?
  4. Ibu Mur. Nama lengkap ibu Mur adalah Syamsimur Thalib. Adalh ibu guru paling galak yang pernah mengajar saya di SD. Pelajaran matematika menjadi lebih sulit saat itu.
  5. Ibu Wartini. Ibu Wartini adalah kebalikan dari ibu Mur. Ibu Wartini yang biasa dipanggil Bu War sangat baik hati, sabar dan tidak mudah marah. Ibu War ini yang pertama kali menunjuk saya menjadi ketua kelas saat itu.
  6. Ibu Sri Naziawati. Biasa disapa ibu Wiwik. Sebenarnya beliau adalah guru baru. Saya bangga dengan ibu Wiwik yang telah menjadikan kami Juara di beberapa lomba hingga ditingkat walikota Jakarta Selatan. Walau sempat meragukan kami, tapi kami menjawab keraguan itu dengan prestasi.
  7. Bapak Catur Subekti. Biasa kami sapa Pak Beti. Beliau adalah guru olah raga yang membanggakan. Beliau salah satu orang yang membawa obor api saat Pekan Olah Raga Nasional.
  8. Bapak Kasman. Pak Kasman adalah guru Agama Islam di SD saya. Selain guru Agama Islam beliau juga bertugas sebagai pembina pramuka disekolah kami.
  9. Ibu Umi Kultsum. Beliau menjadi walikelas dan guru Fisika kami saat kelas 1 SMP. Ibu Umi sangat baik. Setiap 1 jam pelajaran Fisika selalu digunakan untuk mendengarkan curhatan kami tentang masalah sekolah kami.
  10. Ibu Hera. Ibu Hera adalah walikelas 2 saya. Ibu Hera mengajar bahasa Indonesia. Beliau adalah satu-satunya guru yang tidak berkesan bagi saya. Bahkan untuk nama lengkapnya saja saya lupa.
  11. Ibu Rukijah. Biasa disapa Sting menjadi walikelas 3. Ibu Rukijah mengajar pelajaran ekonomi. Satu hal yang sangat membekas adalah ibu Rukijah ini sangat mirip dengan almarhum ibu saya. Cara berpakaian dan berbicara, jadi saya merasa diajar ibu saya saat berada dikelas.
  12. Bapak Ghazali Nasution. Beliau adalah guru Agama di SMA sekaligus menjadi walikelas 1. Penilaian saya tentang beliau adalah orang yang sangat tertib tentang administrasi keuangan.Karena setiap mengajar Pak Ghazali selalu menyebutkan siapa saja yang belum membayar SPP.
  13. Bapak Nanang. Beliau menjadi walikelas 2 dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Pak Nanang adalah putra Jakarta asli dan tinggal di daerah Bangka Kemang. Sangat mennyukai kerapihan sehingga setiap mengajar selalu mengecek kerapihan kami dari ujung rambut hingga ujung kaki.
  14. Bapak Kodaryanto. Menjadi walikelas terakhir bagi saya. Mengajar matematika. Santai namun tegas. Pernah beberapa kali menghukum saya karena keluar saat jam pelajaran. Rasanya banyak hukuman dan panggilan dari ruang BP yang saya alami saat SMA. Mulai dari bolos, terlambat dan ketidakdisiplinan lain.
  15. Haji Musa dan Ustad Safari Muhammad. Beliau ini yang sangat berjasa bagi saya dalam mengenalkan agama. Mengajari saya mengaji, solat dan memahami Islam lebih baik. Mengaji memang menjadi kewajiban dalam agama saya. Karena ilmu pengetahuan dan agama harus berjalan seimbang.
Menurut gue beberapa orang diatas telah menjadi sosok yang ikut membesarkan gue disekolah formal. Ikut membentuk karakter dan masa depan serta membantu gue menggapai cita dan cinta. Memang gue akan bisa membalas jasa mereka. Biarlah Tuhan yang memberi keindahan hidup dan akhirat bagi mereka yang berjasa di dunia pendidikan. Amin. Terakhir, Selamat Hari Guru untuk semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar