Minggu, 01 Januari 2012

Orang Orang Kalah (saya juga pernah kalah)

Orang Kalah
Jangan dihina
Dengan Cinta
Kita bangunkan

Sepenggal bait lagu dari Kantata Takwa, judulnya Orang-orang Kalah. Lagu lama yang sering saya dengar sejak kecil. Namun saya baru tersadar tentang lirik yang ada didalamnya. Entah karena konser Katata dimalam sebelumnya atau memang sang sopir yang yang memang seorang "oi". Memang selama perjalanan dalam bus Kramat Djati yang saya tumpangi menyetel lagu Kantata. Yang pasti kesadaran akan sebuah kekalahan menjadi sangat dramatis dengan lagu ini.

Kekalahan tidak selalu berkaitan dengan game atau pertandingan. Karena perjalanan hidup bukanlah tentang pertandingan, ini tentang perjuangan. "Mereka yang telah kalah terkapar tak berdaya mencoba berdoa", realitanya memang kekalahan menghasilkan pemenang. Kalah akan tersingkirkan. Pemenang menjadi dominan. Sikap manusia yang menjadi makhluk sosial menjadi tergeser. Bukankah roda hidup terus berputar. Perputaran yang kadang membuat seseorang berada di atas dan yang lainnya berada di sisi yang sebaliknya. Hidup adalah perjuangan dan perubahan. Manusia memang selalu mengkondisikan diri dalam keadaan yang kekurangan tidak Qana'ah. Hal ini memang yang membuat roda nasib terus berputar.

Kegagalan memang menjadi resiko walau bukanlah kewajiban. "Mereka yang pernah kalah, belum tentu menyerah, memang jangan menyerah, masih banyak lagi yang bisa dikerjakan". Kekalahan memang bukan sebuah akhir dari cerita. Banyak yang bilang kekalahan adalah sebuah kegagalan yang tertunda. Ingat tentang berapa banyak bola lampu yang dibutuhkan Edison hingga bola lampu buatannya berpijar. Tidak menyerah menjadi jawabannya.

Aku terdiam
Aku merasa
Aku terdiam
Aku merasa
Pernah juga kalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar